“Atas dukungan yang diterima itu Kwarcab Gerakan Pramuka Pesibar telah menunjukkan eksistensinya dalam mempersiapkan generasi muda dan selalu menjadi garda terdepan untuk membentuk anggota pramuka yang berjiwa pancasila serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagaimana yang telah ditegaskan pada tema Hari Pramuka ke-63 ini yaitu Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI,” tegas Bupati, Agus Istiqlal.
Bupati, Agus Istiqlal juga mengatakan bahwa saat ini masyarakat tengah dihadapkan dengan tantangan zaman yang penuh ketidakpastian perkembangan teknologi dan komunikasi yang menjadikan hilangnya batas- batas negara karena mudahnya hubungan antar negara, maraknya judi online yang menerpa generasi muda, aksi bullying, kasus narkoba, pornografi, sehingga budaya asing yang telah menggerus semangat gotong- royong dan nasionalisme generasi muda.
“Untuk itu Gerakan Pramuka terus melakukan transpormasi kurikulum agar bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman saat ini dan masa yang akan datang. Upaya tersebut adalah bagian dari kontribusi gerakan pramuka dalam menyonsong Indonesia Emas Tahun 2045 guna mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan memiliki daya saing. Karena kami sangat yakin SDM yang disiapkan oleh Gerakan Pramuka merupakan manusia yang berjiwa pancasila karna dididik dengan fundamental value transformation Gerakan Pramuka yaitu Pengamalan Trisatya dan Dasadarma Pramuka,” ungkap Bupati, Agus Istiqlal mengakhiri amanatnya.
Dalam rangkaian Apel Hari Besar Pramuka ke-63 oleh Kwarcab Gerakan Pramuka Pesibar, diwarnai penyematan Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa kepada 32 orang penerima dan penyerahan piagam peringkat akreditasi Gugus Depan Kwarcab Gerakan Pramuka Pesibar Tahun 2024 kepada delapan Gugus Depan, serta diakhiri dengan pelepasan peserta Festival Pramuka oleh Bupati.




