Kedua pihak membahas berbagai potensi kolaborasi, mulai dari pelatihan keterampilan, pendampingan teknis, hingga pemanfaatan lahan perkebunan secara optimal sebagai sarana pembinaan produktif bagi warga binaan.
Pihak Lapas Way Kanan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat dan berorientasi pada peningkatan keterampilan kerja. Melalui sektor perkebunan, warga binaan diharapkan mampu memiliki bekal keahlian yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan mendukung berbagai program pembinaan yang dijalankan Lapas Way Kanan. Kerja sama ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan dalam membangun kemandirian, maupun bagi pengembangan sektor perkebunan dan pembangunan daerah. (BL)
