“Sample jajanan itu akan dikirim ke Laboratorium untuk diuji. Apakah benar jajanan itu mengandung racun, tidak layak di konsumsi anak-anak. Kita belum bisa memastikan, jika belum melakukan uji laboratorium,” katanya.
“Saat ini Team Kesehatan sedang menunggu hasil sementara uji lapangan. “Petugas kami, Okta Resmila, S.Km dan Diana A.Mdkeb sedang mengumpulkan data dilapangan,” ujarnya.
Sebelumnya, empat anak di Kampung Umpukencanan diduga keracunan jajanan berupa agar-agar jeli berbentuk telur ayam. Kempat anak tersebut, Iqbal (3), Azrina (4,5), Raka (2), dan Abel (10).




