Way Kanan – Ratusan guru honorer di Kabupaten Way Kanan melakukan aksi damai di depan kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan. Mereka menyampaikan rasa kecewa dan menuntut keadilan atas hasil seleksi PPPK yang tidak memuaskan. Selasa, 14 Januari 2025.
Menurut para guru honorer, banyak di antara mereka yang telah mengabdi selama 10 tahun atau lebih, namun tidak lulus seleksi PPPK. Mereka merasa dianak tirikan dan tidak dihargai atas dedikasi dan pengabdian mereka.
Sekda Kabupaten Way Kanan, Saipul, S.Sos, menyambut aksi damai tersebut dan berjanji untuk memperjuangkan hak-hak para guru honorer. “Kami akan menunggu juknis dari pusat dan pastikan bahwa honorer R2 dan R3 di Kabupaten Way Kanan yang tidak mendapatkan kuota saat ini akan diangkat seluruhnya menjadi PPPK Paruh Waktu,” tuturnya.
Para guru honorer menyambut janji tersebut dengan harapan dan optimisme. Namun, mereka juga menyatakan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan dan menuntut realisasi janji tersebut.
Salah satu peserta aksi damai menyatakan bahwa mereka merasa kecewa dan tidak dihargai atas pengabdian mereka. “Kami telah mengabdi selama bertahun-tahun, namun tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi PPPK,” ujarnya.
Aksi damai tersebut berlangsung secara damai dan tertib, dengan para guru honorer menyampaikan tuntutan dan aspirasi mereka secara jelas dan terstruktur.
Dengan adanya janji dari pemerintah daerah, para guru honorer berharap bahwa hak-hak mereka akan segera dipenuhi dan mereka dapat melanjutkan pengabdian mereka sebagai guru dengan status yang lebih pasti. (Red)













