DAERAH

Pertemuan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Way Kanan Tahun 2022 Resmi Dibuka

615
×

Pertemuan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Way Kanan Tahun 2022 Resmi Dibuka

Share this article

TELISIK MEDIA – Berdasarkan Mandat Perpres Nomor 72 Tahun 2021, BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Program Percepatan Penurunan Stunting dan juga berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor KEP 42/M.PPN/HK/04/2020 Tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi tahun 2021 bahwa Kabupaten Way Kanan merupakan salah satu dari 100 kabupaten perluasan lokus stunting.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya, membuka Acara Pertemuan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Way Kanan Tahun 2022 bertempat di Gedung Serbaguna (GSG) Pemkab setempat, Selasa (17/05/2022).

Acara turut dihadiri Wakil Bupati Way Kanan, Ketua DPRD Kabupaten Way Kanan, Sekretaris Daerah, Asisten 1 Setdakab, Kepala BPJS, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Ketua II TP-PKK Kabupaten, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten, serta Ketua dan Anggota Organisasi Profesi Kesehatan, Ketua Forum Anak Daerah, Para Camat se-Kabupaten, Perwakilan Perguruan Tinggi STAI Al Ma’arif, Ketua Forum CSR Dunia Usaha, Tenaga Ahli P3MD.

Periode tahun 2020-2024 merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, sehingga merupakan periode pembangunan jangka menengah yang sangat penting dan strategis. RPJMN 2020-2024 akan memengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN, di mana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas (Upper-Middle Income Country) yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik.

Sesuai dengan RPJPN 2005-2025, sasaran pembangunan jangka menengah 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai bidang yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Tatanan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur, khususnya dalam bidang kesehatan salah satunya ditandai dengan status kesehatan dan gizi masyarakat yang semakin meningkat serta proses tumbuh kembang yang optimal, yang ditandai dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) dan Healthy Adjusted Life Expectancy (HALE). Hadirin yang saya banggakan, Penurunan prevalensi wasting dan stunting pada balita merupakan sasaran pokok RPJMN 2020-2024.