TELISIKMEDIA.COM – Pertumbuhan Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 tercatat tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year), menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung. Capaian ini menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menyampaikan bahwa hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif sepanjang Triwulan II 2026. Sektor pengadaan listrik dan gas menjadi penyumbang pertumbuhan tercepat, diikuti sektor industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran.
Pertumbuhan industri pengolahan sendiri ditopang oleh peningkatan produksi penggilingan padi, gula, serta produk tapioka lokal. Sektor konstruksi juga mencatat pertumbuhan yang signifikan, didorong proyek strategis pemerintah dan pembangunan infrastruktur swasta di berbagai wilayah Lampung.
Secara nominal, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung atas dasar harga berlaku pada Triwulan II 2026 mencapai Rp147,91 triliun. Sementara itu, secara kumulatif (Semester I 2026), perekonomian Lampung tercatat tumbuh sebesar 5,43 persen.
Lebih lanjut, data BPS menunjukkan bahwa sektor pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh tingginya kebutuhan listrik untuk kegiatan industri, rumah tangga, serta fasilitas umum di seluruh wilayah Lampung.
Sektor industri pengolahan yang tumbuh 6,12 persen juga menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Komoditas andalan seperti penggilingan padi, pabrik gula, dan pengolahan tapioka terus mencatat peningkatan produksi seiring dengan stabilnya harga komoditas di tingkat petani.
Baca juga: Unjuk Rasa PT BSA Lampung Tengah Berjalan Damai, Bupati Tandatangani Kesepakatan
Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh sebesar 5,78 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya daya beli masyarakat, terutama saat menjelang hari raya dan musim panen raya yang terjadi pada Triwulan II 2026.
Di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang selama ini menjadi penyumbang terbesar PDRB Lampung, juga tetap tumbuh positif sebesar 4,21 persen. Produksi padi dan komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, dan kopi masih menjadi andalan utama ekonomi masyarakat pedesaan.
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung sebelumnya juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Lampung sepanjang tahun 2026 berada di kisaran 5,0 hingga 5,6 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kuatnya permintaan domestik serta terjaganya kinerja ekspor komoditas unggulan daerah.
Bank Indonesia Perwakilan Lampung menyatakan bahwa prospek ekonomi Lampung hingga akhir tahun 2026 tetap optimis. Kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong hilirisasi komoditas diharapkan dapat semakin memperkuat struktur ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja baru.
Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan fasilitas pelabuhan yang sedang berlangsung di beberapa titik strategis Lampung juga diperkirakan akan semakin memperlancar arus distribusi barang dan jasa. Hal ini akan mendorong efisiensi ekonomi dan daya saing daerah di kancah nasional maupun internasional.
Di tengah tantangan perlambatan ekonomi global, perekonomian Lampung dinilai tetap menunjukkan ketahanan yang solid. Hilirisasi berbasis komoditas pertanian dan perkebunan menjadi salah satu kunci agar ekonomi daerah tidak hanya bertahan, melainkan terus tumbuh berkelanjutan.
BPS mengingatkan, meskipun Pertumbuhan Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 terjaga baik, pemerintah daerah perlu terus mendorong pemerataan pembangunan antar-kabupaten/kota serta memperkuat daya beli masyarakat agar laju pertumbuhan dapat berkelanjutan hingga akhir tahun 2026.

Respon (1)
Komentar ditutup.