TELISIKMEDIA.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada Nahdlatul Ulama (NU) karena masih banyak sekolah dan pesantren di bawah naungan NU yang belum menerima bantuan layar interaktif panel.
Hal itu disampaikan saat pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
“Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama. Minta maaf karena saya baru tahu bahwa layar interaktif panel, banyak sekolah-sekolah, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama yang belum menerima,” ujar Presiden Prabowo.
Prabowo menegaskan tidak menyalahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, mengingat Kemendikdasmen hanya mengelola sekolah-sekolah negeri. Sementara satuan pendidikan di bawah naungan NU berada dalam lingkup pengelolaan Kementerian Agama.
“Menteri Pendidikan, Pak Abdul Mu’ti, beliau tidak salah karena Dikdasmen mengurus sekolah-sekolah negeri. Sekolah-sekolah di bawah NU diurus oleh Menteri Agama, benar,” jelasnya.
Presiden memastikan ke depan seluruh sekolah dan pesantren binaan NU tetap akan menerima fasilitas layar interaktif panel, bahkan dalam jumlah sekaligus lebih banyak dibanding sekolah negeri.
“Tidak ada masalah, walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri,” janji Prabowo.
Dijelaskan, pada tahun lalu setiap ruang kelas sekolah negeri telah menerima satu unit layar interaktif. Tahun ini, sekolah negeri akan mendapat tambahan tiga unit lagi. Sementara untuk sekolah dan pesantren NU, pemerintah akan menyalurkan langsung empat unit layar interaktif sekaligus.
“Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar per ruang kelas. Tahun ini sekolah negeri mendapat tambahan tiga. Sedangkan NU segera menerima langsung empat. Jadi utang saya kepada NU sudah agak terpenuhi,” pungkas Prabowo.
Sumber: DetikNews, 27 Agustus 2026
