Turut hadir dalam acara peresmian, jajaran Forkopimda Kota Surabaya, Sekretaris Kota Surabaya M. Ikhsan yang mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang cukup legendaris, Kepala Bangkesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, beserta jajaran Pemkot Surabaya lainnya. Hadir pula Ketua Umum PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia) Hartanto Boechori, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya Hoslih Abdullah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya Muhammad Yasid, dan Ketua Jejaring Panca Mandala (JPM) Kota Surabaya Harmanto.
Ketua Jejaring Panca Mandala (JPM) Kota Surabaya Harmanto mengatakan, Rumah Bhinneka diharapkan menjadi tempat berkumpul untuk mempererat persatuan dalam menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila untuk seluruh lapisan masyarakat di Kota Pahlawan.
Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya Hoslih Abdullah mengatakan, “Dukungan Pemkot Surabaya dan Wali Kota Cak Eri sangat luar biasa. Kami akan segera membahas program utama untuk segera turun dan melakukan kegiatan dikalangan masyarakat,” kata Cak Dullah.
Senada dengan Cak Dullah, Ketua Jejaring Panca Mandala (JPM) Kota Surabaya Harmanto mengatakan, Rumah Bhinneka diharapkan menjadi tempat berkumpul untuk mempererat persatuan dalam menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila untuk seluruh lapisan masyarakat di Kota Pahlawan.
Ketua Umum PJI Hartanto Boechori yang juga Pengurus FPK mengapresiasi gagasan Cak Eri sebagai Langkah riil mendukung semboyan “NKRI Harga Mati”. Bukan hanya sekedar ide-ide saja tanpa eksekusi. Cak Boechori menyampaikan ke Cak Eri, “Rumah Bhineka ini sebagai pionir gerakan riil toleransi dan pluralisme dan wajib dibesarkan”. Dan diamini Cak Eri, “Ya pasti harus dibesarkan. Pasti didukung oleh Kapolres dan lainnya”.
“Saya juga akan mendorong teman-teman anggota PJI membantu mempublikasikan maksimal gerakan riil ini”, Cak Boechori mengakhiri. (Yudi)




