TELISIKMEDIA.COM – Data satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per tanggal 20 Agustus 2026 mencatat adanya 3.759 titik panas (hotspot) yang terdeteksi menyebar di wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Ketapang tercatat sebagai wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak secara signifikan dibandingkan daerah lainnya.
“Ketapang menjadi wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi, yakni mencapai 1.795 titik, termasuk 81 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi,” ungkap Kasatgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, sebagaimana dilansir dari detikKalimantan pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
| No | Kabupaten/Kota | Jumlah Hotspot |
|---|---|---|
| 1 | Ketapang | 1.795 titik (81 tingkat kepercayaan tinggi) |
| 2 | Sanggau | 466 titik |
| 3 | Landak | 268 titik |
| 4 | Kubu Raya | 254 titik |
| 5 | Kayong Utara | 200 titik |
| 6 | Melawi | 190 titik |
Secara keseluruhan, dari 3.759 titik yang terdeteksi, rincian tingkat kepercayaannya adalah:
- ✅ Tinggi: 224 titik
- ⚠️ Menengah: 3.389 titik
- 🟢 Rendah: 146 titik
🌫️ Kabut Asap Mulai Menebal, Kualitas Udara Berbahaya
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini tidak hanya mengancam meluasnya area terbakar, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang mulai berdampak buruk terhadap kualitas udara dan jarak pandang.
“Jarak pandang sempat turun di bawah satu kilometer akibat kabut asap tebal di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya pada pagi hari,” ujar Daniel.
Pengujian kualitas udara menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 telah berada pada level berbahaya di sejumlah wilayah:
- 📍 Sungai Tebelian, Sintang: 309,1 mikrogram/meter kubik — BERBAHAYA 🔴
- 📍 Sungai Raya, Kubu Raya: 254,1 mikrogram/meter kubik — BERBAHAYA 🔴
- 📍 Jongkat, Mempawah: 148,8 mikrogram/meter kubik — TIDAK SEHAT 🟠
🚀 Upaya Pemadaman & Prakiraan Cuaca
Pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla melalui operasi gabungan antara BNPB, TNI, Polri, dan Manggala Agni. Sejumlah helikopter pengebom air dikerahkan untuk menyasar titik-titik kebakaran di wilayah Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, hingga Sambas.
Selain pemadaman langsung, pemerintah juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pesawat Cessna Grand Caravan 208B telah menyemai sekitar 9.000 kilogram garam dari total 10.000 kilogram bahan semai yang disiapkan untuk memancing turun hujan.
Namun, prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan masih sangat minim hingga 27 Agustus 2026 mendatang. Artinya, potensi kebakaran hutan dan lahan masih tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Sumber: detikNews — https://news.detik.com/berita/d-8629582/3-759-hotspot-di-kalbar-paling-banyak-di-ketapang
