DAERAH

Wabup Ali Rahman Hadiri Acara Pembukaan Pertemuan Audit Stunting dan Manajemen Kasus Stunting

3286
×

Wabup Ali Rahman Hadiri Acara Pembukaan Pertemuan Audit Stunting dan Manajemen Kasus Stunting

Share this article

TELISIKMEDIA.COM – Wakil Bupati (Wabup) Way Kanan Drs. Ali Rahman, M.T menghadiri acara Pembukaan Pertemuan Audit Stunting dan Manajemen Kasus Stunting yang dilaksanakan di GSG Pemkab setempat, Rabu 23 Maret 2022.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Bapak Drs. Rudy Budiman, beserta jajaran, Asisten I Setdakab Way Kanan, Bapak, Ibu Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Camat se-Kabupaten Way Kanan, Ketua Organisasi Profesi, Kepala UPT KB Se-Kabupaten Way Kanan, Para Penyuluh KB Se-Kabupaten Way Kanan, Pengurus Forum Anak Kabupaten Way Kanan, dan para tamu undangan.

Mengawali sambutannya Wabup menjelaskan bahwa peningkatan kualitas manusia Indonesia merupakan salah satu misi sebagaimana tertera pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 dengan salah satu indikator dan target prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita yaitu 14 persen pada tahun 2024.

Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting telah ditetapkan 5 (lima) strategi nasional dalam percepatan penurunan stunting, yaitu:

  • Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerahkabupaten/kota,danpemerintah kampung/desa;
  • Peningkatankomunikasiperubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat;
  • Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di kementerian/ lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah kampung/desa;
  • Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat; dan
  • Penguatan  dan  pengembangan  sistem, data, informasi, riset, dan inovasi.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar, prevalensi stunting pada balita telah mengalami penurunan dari 37,2% di tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018, namun angka ini masih cukup tinggi, karena artinya ada 1 dari 3 balita kita masih mengalami stuntin, begitu pula pada tahun 2017 berdasarkan penelitian Pemantaun Status Gizi (PSG) angka Stunting