TELISIKMEDIA.COM – Komunikasi antara kepolisian dan masyarakat terus diperkuat. Polsek Seputih Banyak Polres Lampung Tengah kembali menggelar kegiatan Polsek Manjaw di Kampung (PMK) di Kampung Sri Budaya (SB.4), Kecamatan Way Seputih, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (19/8/2026) malam.
Kapolsek Seputih Banyak AKP Hairil Rizal, S.H., M.H. bersama jajaran Forkopimcam turun langsung bertatap muka bersama aparatur kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta warga setempat.
Suasana malam itu tidak hanya diisi sambutan dan ramah tamah, warga pun diberi ruang luas menyampaikan berbagai persoalan, khususnya yang berkaitan dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., Kapolsek Seputih Banyak AKP Hairil Rizal menyampaikan bahwa PMK merupakan kegiatan rutin yang terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.
“Melalui komunikasi langsung seperti ini, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diketahui lebih awal sehingga bisa segera dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah warga menyampaikan berbagai hal, mulai dari persoalan kecelakaan lalu lintas, batas waktu kegiatan hiburan masyarakat, hingga keresahan terkait pihak yang mengaku sebagai wartawan atau LSM saat ada kegiatan pembangunan di kampung.
Menanggapi persoalan hiburan, Kapolsek menjelaskan bahwa pembatasan kegiatan keramaian, khususnya hiburan organ tunggal, hingga pukul 21.00 WIB merupakan kesepakatan bersama Forkopimda dan ketentuan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mematuhi kesepakatan tersebut. Tujuannya tentu untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama,” tegasnya.
Sementara terkait adanya pihak yang mempertanyakan kegiatan pembangunan kampung, Kapolsek meminta masyarakat tidak ragu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun Babinsa.
“Kalau ada permasalahan, segera koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kita cari solusi bersama agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik,” jelasnya.
Kapolsek menambahkan, PMK juga menjadi upaya mendeteksi sejak dini potensi gangguan Kamtibmas di wilayah hukumnya. Dengan rutin turun langsung ke kampung, pihaknya dapat mengetahui kondisi masyarakat secara lebih dekat, termasuk persoalan yang berpotensi berkembang menjadi gangguan keamanan.
Kepala Kampung Sri Budaya, Saleh Budiman, turut mengapresiasi program PMK yang digagas Kapolsek. Ia berharap kegiatan ini dapat terus mempererat komunikasi dan sinergi antara masyarakat, kepolisian, serta pemerintah.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat tidak perlu bingung atau ragu menyampaikan persoalan yang ada di lingkungan. Bisa langsung disampaikan dan dicarikan solusi bersama,” pungkasnya.
(Humas Lampung Tengah)
