PASAR & KOMODITAS
🏅 Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
🔄 Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
🛢️ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
💵 USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
📈 IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
🪙 Perak / Silver: Rp 16.850/gr
🏅 Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
🔄 Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
🛢️ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
💵 USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
📈 IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
🪙 Perak / Silver: Rp 16.850/gr
News

Petani Kopi Gembira! Lantaran Kenaikan Harga Kopi Akan Terus Berlanjut

Avatar
347
×

Petani Kopi Gembira! Lantaran Kenaikan Harga Kopi Akan Terus Berlanjut

Sebarkan artikel ini
5e2d8f4a c68d 4eb0 a788 60cd900064ac

TELISIKMEDIA.COM – Meski dampak dari tidak menentu nya cuaca yang melanda bumi ramik ragom Kabupaten Way Kanan sebagai salah satu Kabupaten produsen penghasil kopi di Lampung, Hingga kini tak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap petani kopi bahkan membawa berkah bagi petani dan eksportir kopi di Way Kanan, Selasa (12/04/2022)

Pasalnya, jumlah kopi yang beredar di pasaran semakin berkurang dan harga terus alami kenaikan membuat petani kopi di Kabupaten Way Kanan bergembira lantaran banyak diburu pembeli dari berbagai penjuru daerah karena harga kopi yang terus melambung tinggi.

“Tren kenaikan harga kopi saat ini kemungkinan akan terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depandepan, Kondisi ini tentu saja akan membuat harga kopi asal Way Kanan jenis Arabika dan Robusta berada di atas angin,” Ujar Nasrullah Seorang Pembeli Kopi asal petani di Kampung Rebang Tinggi, Kecamatan Banjit Sa’at dijumpai di lapak hasil buminya.

Bahkan, lanjutnya, harga kedua jenis kopi andalan petani tersebut lebih tinggi bila dibandingkan harga kopi yang sama di pasar gobal.

“Saat ini, harga kopi Robusta dari bulan Januari mengalami kenaikan harga sekitar 23.000 – 25.000 ditingkat pembeli kopi (Cingkau_red) per kg yang sebelumnya hanya 17.000 – 20.000 per kg nya,” Jelas Nasrullah.

Tetapi demikian, di ungkapkan Nasrullah meskipun harga kopi mengalami kenaikan harga tidak mempengaruhi produksi yang dihasilkan ini karena petani belum dapat memanen hasil buminya (Kopi_red) se utuhnya.

“Produksi sehari kisaran berguyur 10-30 kg mas, karena belum waktunya panen raya kopi petani disini (masih milih_red) kemungkinan pekan depan dan bahkan pekan depan nya lagi,” Cetusnya.

Penulis: /red

📲
Bagikan atau Ikuti Berita Telisik
Dapatkan pembaruan langsung via WA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *